Banu Utomo
Catatan pribadi yang mengulas optimasi server, tutorial Wordpress, SEO, dan serba serbi dunia online.

Pindah Rumah Lagi, Halo Cloudways !

cloudways

Seminggu terakhir saya disibukkan dengan pindah rumah. Pindah rumah yang dimaksud disini bukan rumah untuk tempat makan, kerja dan istirahat saya, namun rumah yang dimaksud adalah rumah untuk website saya. Setelah 6 tahun lamanya (sejak 2011) saya berpadu kasih pada Knownhost akhirnya berpaling juga dengan pasangan baru, Cloudways 🙂

Bukan maksud hati berpaling karena engga puas, secara performa hingga dukungan timnya, Knownhost termasuk yang paling bagus menurut pengalaman saya walaupun harga untuk managed server tersebut bisa dibilang diatas rata-rata. Sebelum saya menggunakan Knownhost saya sempat berganti-ganti hosting, namun untuk website produktif saya percayakan pada layanan yang satu ini.

Knownhost Homepage
Knownhost Homepage

Namun seiring perkembangan teknologi khususnya cloud, Knownhost sangat tertinggal jauh. Saat ini Knownhost masih merupakan hosting konvensional, data centernya-pun baru memiliki 4 lokasi, Central (TX), West Coast, East Coast, European Data Center. Selama ini saya menggunakan data center West Coast yang katanya lebih cepat bila diakses dari pasar Asia. Selain pindah hosting sebenarnya saya bisa saja menggunakan layanan Cloudflare sebagai DNS dan CDN berbasis cloud, namun tetep aja ada yang nge-ganjel rasanya di hati.

Cloudflare
Cloudflare Network Map. Image by dreamhost

Dipikiran saya saat ini adalah gimana caranya website saya bisa lebih cepat diakses dengan pengguna yang berasal dari Asia terutama Indonesia, walaupun perbedaannya mungkin hanya beberapa mili detik.

Eksperimen saya berlanjut dengan menyewa beberapa cloud hosting yang mempunyai server di Singapore. Untuk saat ini saya gak berharap untuk menyewa server di Indonesia walaupun sudah ada di Jakarta, maupun Surabaya. Entah kenapa di dunia saya, layanan yang berhubungan dengan Indonesia dari domain sampai hosting itu mahal dan ribet (apa-apa nantinya susah), apalagi spesifikasi server hingga support yang didapat gak sebanding dengan yang dibayar, ini jika dibandingkan dengan harga yang sama dengan layanan diluar Indonesia. Bukan gak cinta Indonesia, tapi pengalaman mengajarkan, yang udah-udah gitu 🙁

Vultr vs Digitalocean
Vultr vs Digitalocean. Image by webmasterforum

Dari beberapa percobaan meliputi performa, harga dan dukungan, pilihan jatuh kepada VULTR dan Digital Ocean. Oh iya, kedua Layanan ini masih un-managed yang artinya apa-apa sendiri. Untuk website yang masih berkembang dan untuk menempatkan beberapa website (yang nantinya dipindahkan ke managed service), saya rasa un-managed service dari kedua layanan ini sudah sangat cukup dengan fiturnya, apalagi ditambah panel dan tutorial khas dari masing-masing layanan yang tersebar di Internet.

Namun beda lagi untuk website yang sudah produktif cukup lama, saya enggak mau berjudi masalah hosting karena akan menyita tenaga dan waktu. Pencarian saya berlanjut mencari layanan untuk me-manage dari kedua layanan tersebut, dan dari PDKT sana sini. Setelah tes dengan satu website percobaan selama sebulan, akhirnya saya memindahkan semua website produktif ke layanan, Cloudways.

Cloudways
Cloudways

Semoga langgeng dengan pasangan yang baru ini! 😀